Content Pillar: Pengertian, Jenis, Manfaat, dan Tips Membuatnya

Kanvasaur — Banyak orang yang berhasil menciptakan produk, tapi sayangnya gagal laku di pasaran karena tidak bisa konsisten mempromosikan produknya ke audiens.

Padahal, sebelum audiens memutuskan pembelian, mereka harus beberapa kali terpapar iklan dan promosi produk dengan konten yang eye catching dan memorable.

Ketika menyusun strategi konten yang tepat, salah satu yang dibutuhkan adalah content pillar. Dengan adanya content pillar, aktivitas promosi bisnismu dapat berjalan secara konsisten.

Lantas, apakah content pillar itu dan seberapa pentingkah content pillar bagi bisnis? Untuk menjawab pertanyaan ini, simak selengkapnya penjelasan seputar content pillar di bawah ini ya!


Table of Contents

Apa Itu Content Pillar?

apa-itu-content-pillar

Content pillar atau pilar konten adalah sebuah bagan informatif dan substantif tentang topik atau tema tertentu yang dapat dipecah menjadi banyak bagian dan materi turunan.

Pilar konten akan sangat dibutuhkan oleh pebisnis dan marketeer sebagai fondasi konten yang diharapkan dapat merepresentasikan brand melalui beragam konten yang akan dibagikan.

Pilar konten antara bisnis satu dengan yang lainnya tentu berbeda. Karena pembuatannya ditentukan dari kombinasi antara karakteristik target pasar, perilaku konsumen, situasi pasar, dan apa yang dibutuhkan target pasar. Sehingga, informasi yang dikemas dalam konten pun tertarget dan mampu menjawab keresahan calon pelanggan.

Sebelum menyusun pilar konten yang sesuai dengan nilai brand kamu, pahami dulu yuk, jenis-jenis content pillar berikut ini!

Jenis-Jenis Content Pillar

Ada 4 jenis pilar konten sesuai tujuannya masing-masing dalam membuat konten yang beragam, yaitu:

1. Emotional Content

Jenis content pillar yang satu ini akan menghasilkan konten yang mampu membangkitkan perasaan tertentu pada audiens.

Hal ini berguna dalam membangun kedekatan emosional dan engagement brand dengan audiens. Contoh kontennya bisa seperti konten storytelling dengan kisah bahagia atau kisah inspiratif yang mengharukan dan menyentuh hati.

2. Functional Content

Jenis pilar konten functional adalah konten yang membahas seputar layanan, fitur, spesifikasi, ataupun cara perawatan sebuah produk.

Pada konten seperti ini, pastikan kamu menjelaskan bisnismu secara jujur dan jelas ya! Jangan terlalu melebih-lebihkan nilai yang kamu miliki agar tidak menjadi bumerang.

3. Educative Content

Pilar ini akan membantumu menghasilkan konten informatif, berisi insight yang bermanfaat bagi audiens. Misalnya, konten tips and trick, how to, dan infografis.

4. Agile Content

Pilar ini mencakup konten yang didasarkan pada isu terkini yang sedang viral agar tetap up to date.

Misalnya, konten parodi atau adaptasi dari fenomena BTS Meal, video musik lagu “Yang Terdalam” dari Noah, dan drama Korea “Squid Game” yang sempat viral.

Manfaat Menggunakan Content Pillar Bagi Bisnis

manfaat-content-pillar

Di samping layanan dan produknya yang bagus, kesuksesan bisnis juga ditentukan dari kualitas konten yang ditampilkan kepada audiens.

Pebisnis dan marketeer pun menggunakan sebagai strategi menyusun dan menciptakan konten-konten unik dan berkesan di benak audiens.

Ada beberapa manfaat dari menggunakan pilar konten, yaitu:

  1. Dimudahkan dalam menghasilkan ide konten yang sesuai dengan bisnismu. Pilar konten memuat berbagai jenis konten dan konten turunannya, kamu tidak akan kehabisan ide dan audiens pun suka dengan akun bisnismu yang selalu update.
  2. Konten yang disajikan lebih berkualitas, terfokus, dan menarik. Dalam menyusun pilar konten tidak bisa dilakukan sembarang, nih. Kamu perlu memetakan konten sesuai tujuan, bentuk, dan jenisnya agar menyasar niche yang tepat.
  3. Testing konten yang disukai target audiens. Karena pilar konten, kamu jadi memiliki beragam konten yang juga dapat digunakan untuk testing dan melihat konten seperti apa yang paling digemari audiens. Dengan begitu, konten selanjutnya pun dapat menyesuaikan dengan top konten yang disukai audiens.
  4. Pilar konten akan lebih banyak menghasilkan konten evergreen yang tidak lekang oleh waktu. Audiens akan menyimpan konten atau mengunjungi akun media sosial kamu sehingga meningkatkan engagement dan impresi.

Baca juga: 4 Perbedaan Content Writing dan Copywriting

Tips-tips dalam Membuat Content Pillar yang Berhasil!

Ada beberapa tips yang perlu kamu perhatikan dalam menyusun pilar konten, di antaranya:

1. Kenali siapa audiensmu

Untuk membuat konten yang terfokus dan unik, kamu perlu mengenali taget pasar atau siapa audiensmu.

Tidak hanya usia dan lokasi, tapi lebih detail mulai dari jam aktif, bahasa yang digunakan, dan minat pada sesuatu. Dengan begitu, kamu dapat menyesuaikan pesan dan materi yang dibawakan pada konten.

2. Pahami touch point dan urgensi dari audiens

Hanya memahami profil audiens sebelumnya tidaklah cukup. Kamu perlu mengulik lebih jah informasi terkait apa permasalahan mereka, apa yang mereka harapkan, dan bagaimana cara menyentuh emosi dan logika mereka.

Nah, pertanyaan-pertanyaan berikut dapat mempermudah kamu mengantongi touch point dan urgensi audiens, yaitu:

  1. Apakah kamu berada dalam satu demografi dengan audiensmu? Jika iya, kamu dapat berkaca dari dirimu sendiri tentang apa yang kamu suka, tradisi apa yang ada di daerahmu, dan seperti apa bahasa yang digunakan.
  2. Apa yang biasanya dibicarakan audiens di media sosial? Kamu dapat memantaunya lewat Google Trends, top hashtag di Twitter, dan fitur advance research di media sosial.
  3. Seperti apa pilar konten kompetitormu? Kamu dapat mengaplikasikan teknik ATM (Amati, Tiru, dan Modifikasi), karena besar kemungkinan kompetitormu pun pasti membuat konten pancingan untuk menarik perhatian audiens kamu pula.

3. Terapkan teknik pancingan

Untuk menarik minat baca pada konten yang kamu buat, gunakanlah gaya bahasa santai layaknya mengobrol dengan teman.

Selain itu, teknik pancingan bisa berupa call to action, pertanyaan, atau study case. Kamu juga bisa mengemas informasi dengan teknik story telling.

4. Lakukan secara konsisten dan berulang

Ini sangat penting dilakukan untuk mempertahankan engagement audiens. Kamu tentu tidak mau dong, kehilangan followers dan interaksi dengan mereka. Pertahankan konsistensi posting konten di semua media sosial yang kamu gunakan.

Nah, sekarang kamu sudah tahu, kan tentang pentingnya memiliki content pillar di dalam bisnis mu. Bangun strategi content marketing bisnismu dengan memulainya dari content pillar.

Baca juga: 4P Marketing: Tujuan dan Contoh Penerapan

Our Social Media

Share This Information

Category

471 views

You may Also Like:

Ready to Start?

Discuss with us quickly to make your digital products better!

In A Hurry?

Need our help by tomorrow? Shoot our WhatsApp for a speedier response.