Kanvasaur – Sociopreneur menjadi sebuah tren baru-baru ini, meskipun tidak semua orang bisa melakukannya. Konsep yang satu ini menjadikan sociopreneur adalah sesuatu yang spesial. Selain keuntungan, tujuan lainnya adalah mengatasi masalah bersama.
Konsep bisnis yang satu ini sangat cocok bagi orang yang memiliki jiwa enterpreneur yang tinggi sekaligus jiwa sosial. Gabungan dua konsep ini kini banyak digandrungi oleh milenial. Berikut ini adalah konsep, karakteristik dan contohnya.
Konsep Sociopreneur dan Karakteristiknya
1. Ada dampak yang dihasilkan
Dampak dari sociopreneur adalah hal yang sangat besar dan tak hanya dari segi ekonomi, namun juga dari sisi sosial. Biasanya, masing-masing usaha atau bisnis di bidang ini memiliki misi sosial yang ingin dicapai dan sifatnya selalu berkelanjutan. Inilah karakteristik penting sociopreneur.
Misi sosial yang biasanya menjadi tujuan dari sociopreneur bisa dalam skala kecil maupun skala besar, tergantung dari bisnis itu sendiri. Selain itu, dampak yang dirasakan cenderung langsung oleh target. Umumnya, sociopreneur peduli tentang pemenuhan hak-hak target sosialnya.
2. Lebih fokus ke misi sosial
Meskipun ada sisi bisnis, namun sociopreneur lebih mengacu kepada nilai-nilai sosial. Setiap sociopreneur lebih fokus kepada misi sosialnya, ketimbang dari keuntungan yang sifatnya materialistik. Karakter inilah yang menjadikan sociopreneur berbeda dengan bisnis atau usaha lain.
Misi sosial yang dibawa oleh sociopreneur pun bisa bermacam-macam, tergantung dari bisnis yang dibawakan oleh pendirinya. Misalnya saja, fokus ke dunia pendidikan, maka sociopreneur akan terjun ke kalangan bawah atau mengeksplorasi pendidikan di lingkungan terpencil.
3. Terbuka dengan kritik dan saran
Usaha biasa yang mengedepankan profit biasanya tidak akan terlalu memedulikan kritik dan saran, kecuali dari kepuasan pelanggan. Itu disebabkan perusahaan dengan prinsip profit harus konsisten dengan produk, visi dan misinya. Hal ini berbeda dengan sociopreneur yang terbuka dengan timbal balik.
Mengapa hal demikian menjadi karakteristik sociopreneur? Pasalnya, bisnis ini tak hanya perkara profit namun juga tentang perasaan dan kepentingan banyak orang. Misi sosial tidak akan berhasil apabila perusahaan tidak memedulikan timbal balik yang disampaikan. Dengan begitu, usaha bisa selalu adaptif.
4. Inovatif dan dinamis
Tak hanya usaha, misi sosial juga akan selalu berubah dari waktu ke waktu. Pasalnya, setiap dampak yang dirasakan oleh target para sociopreneur akan berubah. Maka, perubahan tersebutlah yang akan memancing para sociopreneur untuk aktif berinovasi dalam bisnisnya.
Dinamika bisnis juga bukanlah sesuatu yang mudah untuk ditebak. Banyak cara yang harus diciptakan oleh sociopreneur agar misinya tercapai dan bisnisnya tetap relevan di masyarakat. Dengan begitu, bisnis di bidang sociopreneur adalah solusi untuk mengubah perilaku ke arah lebih baik.
Baca Juga : Apa itu Brand Equity? Pengertian, Fungsi dan Cara Membangunnya
Contoh Kegiatan Sociopreneur di Indonesia dan Tokohnya
Berikut ini adalah beberapa contoh kegiatan sociopreneur di Indonesia dan juga beberapa tokohya.
1. GandengTangan
Jezzie Setiawan merupakan pendiri sekaligus CEO dari GandengTangan. Usaha yang satu ini merupakan penghubung antara investor dengan pemilik usaha yang berada dalam skala mikro. Sistem pendanaan ini sifatnya sangat transparan dan ingin mengubah usaha skala mikro menjadi lebih baik.
GandengTangan hanya melakukan pendanaan kepada mereka yang membutuhkan dana namun usahanya masih sangat kecil. Selain diseleksi, pemilik usaha juga akan didampingi sehingga usahanya tidak sia-sia. Investor juga bisa mulai berinvestasi dengan uang sebanyak Rp50.000,00 saja.
2. Waste4change

Bijaksana Junerosano merupakan pendiri dari Waste4change. Sociopreneur ini mengembangkan bisnisnya di ranah lingkungan, khususnya dalam pengelolaan sampah. Pergerakan usaha ini sangat masif dengan misi mengurangi sampah yang bisa didaur ulang dan juga mengubah perilaku masyarakat.
Tak hanya memberikan edukasi terkait dengan sampah, Waste4change juga bergerak untuk memberikan konsultasi perihal pengelolaan limbah. Limbah tertentu juga akan dikumpulkan yang kemudian diserahkan ke mitra pengelolaan limbah sehingga bisa didaur ulang menjadi nilai ekonomis.
3. Kendal Agro Atsiri

Sebagian besar daun cengkeh tidak terpakai saat proses produksi dan filterisasi ini menghasilkan limbah. Kendal Agro Atsiri mengumpulkan banyak pekerja yang akan menyuling limbah daun cengkeh ini dan kemudian dijadikan minyak. Produknya kemudian diekspor ke luar negeri.
Pendiri sociopreneur ini adalah Khafidz Nasrullah yang menciptakan nilai ekonomis pada masyarakat sekitar yang khususnya tinggal di Kendal. Sebagian besar keuntungannya digunakan untuk mendirikan perpustakaan dan akses komputer untuk anak-anak.
4. Smash

Salah satu contoh sociopreneur adalah Smash yang bergerak di bidang lingkungan, techno dan energi. Nama ini merupakan singkatan dari Sistem Online Manajemen Sampah yang dibuat dalam bentuk platform untuk mengelola sampah.
Bank sampah digital ini dibuat untuk mengajak masyarakat sadar bahwa pentingnya untuk mendaur ulang sampah. Pendirinya yang bernama Putra Fajar Alam berharap masyarakat bisa terus berpartisipasi sebagai nasabah. Tentunya, nasabah mendapatkan reward atas sampah yang telah mereka kumpulkan ke Smash.
Sociopreneur adalah bagian dari bisnis yang semakin marak, meskipun banyak tantangan yang dihadapi. Sebagai bisnis dengan misi membina masyarakat, ragam bisnis dari berbagai sektor diharapkan bisa terus berkembang dan memberikan dampak yang baik bagi semua pihak yang terlibat.
Jadi, itulah informasi tentang sociopreneur dari Kanvasaur, digital marketing agency yang telah berpengalaman dalam berbagai bidang digital marketing kali ini.
Baca juga: YoY Growth Pada Bisnis: Pengertian, Manfaat dan Cara Menghitung





