Kanvasaur — Ketika akan membangun sebuah bisnis, ada baiknya kamu memikirkan secara matang teknik pemasaran yang akan dilakukan, baik secara hard sell maupun soft sell.
Kedua teknik pemasaran tersebut akan memiliki turunan strateginya lagi dan akan lebih kompleks nantinya. Dan tentunya, baik teknik pemasaran hard sell maupun soft sell memiliki perbedaan yang cukup signifikan.
Untuk lebih memahaminya, kali ini kami akan menjelaskan tentang teknik pemasaran soft selling dan tips melakukannya untuk bisnis agar sukses.
Apa itu Soft Selling?

Seperti namanya, soft selling adalah teknik pemasaran dan penjualan yang menitikberatkan pada penggunaan cara-cara halus, tidak agresif, dan menghilangkan kesan memaksa pada calon konsumen untuk membeli produk.
Selain bertujuan untuk mendorong terjadinya pembelian, soft selling juga berfokus membangun hubungan baik dengan target konsumen. Baik mengunjungi situs web, melakukan follow atau subscribe, hingga melakukan pembelian.
Teknik soft selling tidak hanya merujuk pada penggunaan bahasa promosinya yang halus. Melainkan lebih pada pengemasan pesannya yang tidak to the point mengajak calon konsumen membeli produk yang ditawarkan.
Di era menjamurnya praktik pemasaran digital saat ini, para pebisnis dan marketeer pun lebih suka menerapkan teknik ini. Pengemasan promosi menggunakan soft selling yang apik dapat membuat orang tidak sadar jika ia sedang terpapar iklan atau promosi. Tapi, tetap ada potensi conversion rate yang tinggi.
Menarik bukan? Sekarang cari tahu, yuk, apa saja keuntungan jika menerapkan teknik soft selling!
Manfaat Teknik Pemasaran Soft Selling

Jika diterapkan dengan tepat pada kegiatan pemasaran, teknik soft selling dapat membangun brand awareness yang kuat di benak audiens. Tak hanya itu, ada beberapa kelebihan teknik soft selling lainnya yang perlu kamu ketahui.
1. Membangun reputasi brand
Dengan soft selling, calon konsumen dan konsumen lama akan merasa nyaman sekaligus kebutuhan mereka terpenuhi. Lambat laun, reputasi brand pun terbentuk dari testimoni yang mereka bagikan ke orang lain.
2. Tidak mengganggu dan tidak memberi kesan memaksa
Seperti yang kamu rasakan juga saat sedang melihat-lihat barang di toko dan diikuti oleh salesperson sambil menawarkan produk jualannya. Lama-kelamaan kamu pasti merasa tidak nyaman, kan. Bisa-bisa calon konsumen malah kabur karena mereka merasa dipaksa untuk membeli produk.
3. Membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan
Terciptanya kenyamanan dari interaksi positif antara brand dan pelanggan berpengaruh pada kualitas hubungan baik yang dapat bertahan lebih lama. Karena pada dasarnya, pelayanan dan pemasaran yang baik akan membangun kepercayaan pelanggan pada brand pula.
4. Menciptakan brand loyalty
Banyak brand besar yang memiliki pelanggan loyal bahkan tergabung dalam komunitas konsumen yang didirikan perusahaan. Antara brand dan pelanggan punya ikatan emosional yang unik dan baik. Hal tersebut dapat tercapai karena efek soft selling yang mengedepankan kualitas pelayanan pula.
Meski sekedar menanyakan kabar saat menyambut pelanggan, itu sudah menunjukkan itikad dan niat bagus. Pasti akan lebih terkenang di benak konsumen daripada penjual yang hanya melayani seperti biasa.
Nantinya, pelanggan pun tidak akan segan merekomendasikan produk dari brand kamu kepada orang lain, bahkan di media sosial pribadinya.
5. Lebih mudah menjaring pelanggan baru
Selain mengedepankan customer service, pengemasan promosi dan iklan dengan soft selling pun lebih kreatif dan menarik. Ini akan mempermudah menjaring pelanggan baru.
Mereka mungkin tidak langsung membeli produkmu. Ada tahapan-tahapan mulai dari follow akun media sosial, aktif memberi like dan komentar, hingga saat merasa ingin atau butuh mereka akan menggunakan produkmu.
Baca juga: 4P Marketing: Tujuan dan Contoh Penerapan
6 Teknik Pemasaran Menggunakan Pendekatan Soft Selling

Melansir SoftSell, agar berjalan sukses ada prinsip dan tips soft selling yang harus selalu kamu pegang teguh, yaitu:
1. Empati
Empati adalah kemampuan untuk merasakan dan terhubung dengan emosi orang lain.
Menjual dengan empati berarti meluangkan waktu untuk memahami keadaan emosional calon pelanggan, memperdalam pemahamanmu tentang situasi mereka, dan menciptakan hubungan yang kuat.
2. Menjadi Pendengar yang Aktif
Sebagai penjual, kamu perlu memahami persoalan, kebutuhan, perilaku, dan preferensi calon pelangganmu. Buatlah mereka merasa didengar, dihormati, dan dihargai.
Lambat laun, mereka akan terbuka dan ada banyak informasi penting yang dapat kamu peroleh. Hal ini pun dapat menjadi keunggulan kompetitif jika dilakukan dengan baik.
3. Fokus Pada Nilai Produk dan Layanan
Salah satu pentingnya poin kedua yaitu agar kamu dapat memberikan nilai dari produk dan layananmu sebagai solusi atas masalah calon pelanggan.
Kamu perlu mengemas penyampaian dan menunjukan jika keunggulan fitur-fitur produkmu adalah jawaban atas keresahan mereka.
4. Tawarkan Nilai Tambahan Lain
Dengan memberi nilai tambah lain, kamu menunjukkan pada calon pelanggan bahwa dengan menggunakan produk dan layananmu, mereka akan mendapatkan nilai tambah sebelum, selama, dan setelah pembelian.
Intinya adalah tawarkan bantuan secara tulus tanpa mengharapkan terjadinya penjualan atau kesepakatan. Dengan begitu calon pelanggan pun akan melihat bahwa kamu benar-benar mengutamakan kepentingan terbaik mereka.
5. Posisikan Diri Sebagai Expert
Kamu perlu memposisikan diri sebagai ahli saat meyakinkan calon pelanggan.
Pahami masalah dan kebutuhan mereka, lalu sampaikanlah hal-hal tentang produk dan layanan dengan ringkas dan jelas. Sehingga calon pelanggan merasa bahwa apa yang kamu jual dapat mengatasi masalah mereka.
6. Mudah Dihubungi dan Responsif
Karena tidak selalu dapat bertemu secara langsung, maka kamu harus mudah dihubungi pula oleh pelanggan. Sertakan nomor telepon dan email customer service atau buatlah fitur talk to us di situs web atau laman bisnismu. Saat ada yang bertanya, segeralah menjawab dan jangan buat pelanggan menunggu.
Sekarang kamu sudah mengenal pengertian soft selling dan keuntungannya. Kamu dapat mulai menerapkannya di setiap konten promosi dan pemasaran untuk menggaet pelanggan loyal.
Melakukan pemasaran soft selling memanglah tidak mudah, karena itu, untuk membantu marketing bisnis kamu, Kanvasaur sebagai digital marketing agency terbaik hadir untuk membantu kamu. Segera hubungi tim Kanvasaur dan konsultasikan bisnis kamu ya.
Baca juga: 13 Perbedaan Bisnis Online dan Offline, Wajib Tau!




