Kembangkan Bisnismu dengan Strategi Growth Hacking!

Kanvasaur — Istilah growth hacking akrab dengan perusahaan rintisan atau startup yang merupakan perusahaan berumur kurang dari tiga tahun. Karena karakteristik startup berfokus pada pengembangan bisnis yang cepat, maka tidak bisa hanya mengandalkan strategi konvensional yang biasa-biasa saja.

Oleh karena itu, bisnis startup kerap mengadopsi strategi growth hacking sebagai strategi yang dapat menuntun bisnis tumbuh lebih cepat dan efektif tanpa harus mengeluarkan banyak dana.

Lalu, seperti apa sih strategi growth hacking tersebut?

Simak penjelasan lengkap seputar growth hacking di bawah ini untuk memahami konsep growth hacking dan strateginya yang dapat diterapkan untuk bisnis kamu.

Table of Contents

Pengertian Growth Hacking

apa-itu-growth-hacking-kanvasaur

Growth hacking strategy adalah sebuah rencana pengembangan bisnis dengan mengadopsi teknik-teknik pemasaran digital yang produktif. Istilah ini diciptakan Sean Ellis pada tahun 2010. Ellis adalah seorang pengusaha dan konsultan asal Amerika Serikat yang menjabat sebagai CEO GrowthHackers.

Growth hacking juga kerap diartikan sebagai teknik pemasaran berbasis eksperimen untuk menemukan cara inovatif dan paling efektif dalam pengembangan bisnis. Ini dapat digunakan oleh bisnis online mana pun yang ingin mempertahankan bisnis dengan basis retensi pengguna aktif.

Growth hacking mencakup konsep terukur yang memadukan berbagai teknik marketing, analisis, dan engineering secara optimal.

Karena basisnya eksperimen, maka banyak dilakukan pengulangan, penyesuaian, dan perubahan taktik. Sehingga perusahaan harus siap mengambil resiko besar untuk “babat alas” guna menemukan jalan potensial.

Setelah mengetahui pengertian dan prinsip kerjanya secara umum, kini saatnya mengulik lebih dalam bagaimana cara ekspansi bisnis dengan menggunakan growth hacking.

Berikut 5 tahapan utama dalam growth hacking.

Growth Hacking Funnel

tahapan-growth-marketing-funnel

Setidaknya ada 5 tahapan atau funnel yang harus dilalui bisnis startup untuk menerapkan strategi growth hacking. Tahapannya adalah Acquisition, Activation, Retention, Revenue, dan Referral (atau disingkat AARRR). Berikut masing-masing penjelasannya.

1. Acquisition

Pada tahap ini, kamu berusaha mencari solusi dari “bagaimana orang-orang dapat mengetahui bisnis kamu?” atau dalam arti lain, bagaimana kamu dan calon pelanggan melakukan kontak. Ini adalah tahap penting untuk melihat apakah mereka tertarik dengan produk yang kamu tawarkan atau tidak.

Agar optimal, kamu dapat memanfaatkan beberapa platform yang ramai digunakan audiens yang sesuai dengan market persona bisnismu. Entah itu TikTok, Instagram, atau YouTube.

2. Activation

Pada tahap ini kamu berusaha mengubah calon pelanggan agar memutuskan menggunakan produk kamu untuk pertama kalinya. Karena tujuan akhirnya yaitu meningkatkan conversion rate.

Oleh karena itu, kamu harus memastikan mereka memiliki pengalaman menyenangkan di awal. Pasang call to action yang baik dan menarik pada konten promosi, buatlah mereka mudah untuk menghubungimu, dan jawab keraguan-keraguan mereka dengan keunggulan produk.

3. Retention

Kamu pasti tidak ingin kehilangan conversion rate, kan? Nah, pada tahap ini kamu berusaha membuat mereka menggunakan produkmu berkali-kali. Tujuan akhirnya adalah menjadikan konsumen sebagai pelanggan tetap.

Selain faktor keunggulan produk, kualitas pelayanan pun sangat menentukan keputusan mereka untuk tetap bertahan pada produk kamu atau tidak. Kamu juga bisa membuat member card, promo spesial, dan mengirim newsletter secara berkala.

4. Referral

Tujuan dari tahap ini adalah membuat pelanggan mau mempromosikan produk kamu secara kepada orang lain. Strategi yang terbukti ampuh untuk tahap ini yaitu word of mouth marketing atau rekomendasi dari mulut ke mulut, biasanya berupa testimoni atau review.

Pelanggan yang benar-benar puas dengan produk dan layanan bisnis kamu tidak akan segan mempromosikannya secara sukarela. Tapi, kamu juga mendorong mereka melakukan promosi dengan memberi bonus, diskon khusus, cashback, atau fitur tambahan.

5. Revenue

Jika keempat tahapan sebelumnya telah berhasil, maka kamu akan mulai memiliki pendapatan yang dapat digunakan untuk mengembangkan bisnis startup mu lebih jauh. Kamu perlu menemukan model bisnis yang menguntungkan agar tidak bakar uang melulu tanpa profit.

Selain itu, cobalah lebih fokus dalam menjaga hubungan dengan pelanggan loyal. Karena mencari konsumen baru membutuhkan budget yang lebih besar daripada mempertahankan pelanggan loyal. Sehingga, pendapatan pun akan mengalir lebih stabil.

Strategi Growth Hacking untuk Membangun Bisnis

Ada banyak strategi marketing untuk pertumbuhan bisnis. Tapi, kamu dapat menjalankan 4 strategi ini di awal merintis startup.

1. Bangun networking dari komunitas

Mengikuti acara komunitas tidak hanya akan memperoleh pengetahuan mendalam dari para pakar. Lebih daripada itu, acara komunitas harus dimanfaatkan untuk ajang membangun networking.

Networking membantu kamu terhubung dengan orang-orang yang ahli di bidangnya. Kamu pun bisa pelajari dari cerita kegagalan mereka dan bagaimana isa bangkit meraih kesuksesan.

2. Gunakan affiliate marketing

Cara pemasaran online satu ini menjadi digandrungi banyak pebisnis. Affiliate marketing mampu mendatangkan konversi leads dan revenue lebih cepat dan murah (cost-effective).

Hal ini karena affiliate marketing serupa dengan strategi word-of-mouth, bedanya dilakukan di media sosial dan terdapat tautan yang mengarahkan audiens ke situs web atau marketplace. Konsumen yang terjaring lewat affiliate marketing pun berpotensi lebih loyal.

3. Optimalisasi media online

Ada banyak platform media online yang dapat dimanfaatkan untuk menyebarkan brand awareness dan memasarkan produk kamu. Pilihlah media yang ramai penggunanya dan sesuai dengan market persona brand kamu.

Kamu tidak hanya fokus pada Instagram, TikTok, Twitter, atau Facebook. Tapi, kembangkanlah situs web dengan optimasi SEO guna mendapatkan traffic kunjungan besar dengan murah.

4. Ikuti tren terbaru

Memanfaatkan tren yang sedang viral untuk membuat kampanye kreatif. Selain menjangkau audiens lebih luas, juga menjadikan startup kamu terus diingat yang tentunya akan berakhir pada peningkatan penjualan.

Nah, itulah penjelasan mengenai growth hacking yang perlu kamu tahu. Perlu diingat, strategi ini butuh uji coba berulang-ulang dengan taktik berbeda hingga ditemukan formula jitu yang efektif.

Tingkatkan Bisnis Startup dengan Growth Hacking Strategy dari Kanvasaur

Berpengalaman mengembangkan bisnis startup ternama di Indonesia, sebagai digital marketing agency terbaik, Kanvasaur berfokus pada penerapan growth hacking untuk perusahaan yang ingin meningkatkan performa bisnisnya.

Tahapan growth strategy dijalankan dengan riset mendalam agar bisnis kamu dapat melangkah dengan strategi yang tepat, dan mendapatkan hasil yang diharap.

Konsultasikan kebutuhan bisnis kamu sekarang dengan team Kanvasaur.

Baca juga: 13 Perbedaan Bisnis Online dan Offline, Wajib Tau!

Our Social Media

Share This Information

Category

51 views

You may Also Like:

Ready to Start?

Discuss with us quickly to make your digital products better!

In A Hurry?

Need our help by tomorrow? Shoot our WhatsApp for a speedier response.