Kanvasaur – Product Market Fit adalah sebuah fase atau konsep ketika pelanggan mempunyai keinginan untuk membeli barang atau jasa dari perusahaan.
Bagi calon pengusaha, perlu untuk mengetahui istilah Product Market Fit terlebih dahulu. Sebab, melalui konsep ini bisnismu akan lebih mudah dikenal oleh masyarakat luas dengan mudah. Sangat menarik, bukan?
Oleh karena itu, pada artikel kali ini kami akan mengupas tuntas tentang konsep yang satu ini. Pertama-tama, pembahasan akan dimulai mulai dari pengertiannya terlebih dahulu.
Apa itu Product Market Fit dan Mengapa Hal Tersebut Penting
Product-Market Fit adalah fase atau konsep dimana pelanggan atau konsumen dari sebuah perusahaan mempunyai keinginan untuk membeli, menggunakan, dan membagikan informasi terkait produk secara luas.
Sederhananya, konsep ini adalah suatu kondisi ketika suatu bisnis mampu masuk dan diterima di pasar, serta berhasil memilih kelompok pelanggan yang tepat, sesuai dengan barang atau jasa yang ditawarkan.
Keberadaan PMF dinilai cukup penting untuk perusahaan, terutama start-up. Sebab, tanpa melakukannya kamu tidak akan tahu apakah produk yang dijual benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat atau tidak.
Tujuannya agar tidak menimbulkan kerugian karena pengusaha terus menerus mengeluarkan uang, padahal tidak terlalu menghasilkan laba.
Cara Mengukur Product Market Fit
Terdapat cara tersendiri dalam mengukur PMF sehingga tidak dilakukan secara sembarangan. Setidaknya, terdapat 5 (lima) cara, untuk mengukur PMF, yaitu:
1. Net Promoter Score (NPS)
Salah satu hal yang perlu diingat adalah kepuasan pelanggan. Oleh karena itu, kamu membutuhkan Net Promoter Score (NPS) untuk mengukur Product-Market Fit.
Dengan NPS, kamu dapat mengetahui feedback dari pelanggan atau konsumen tentang sebuah produk. Tidak hanya itu, NPS juga mampu menunjukkan tingkat minat pelanggan dalam mempromosikan atau merekomendasikan produk kepada orang sekitarnya.
Apabila NPS yang dimiliki rendah, maka seorang pengusaha harus mencari cara untuk meningkatkannya dengan cara memperbaiki kekurangan yang telah teridentifikasi.
2. Churn Rate dan Retention Rate
Kedua hal ini menjadi metode yang tepat untuk mengukur tingkat PMF bisnis yang kamu miliki. Selain itu, kedua metrik ini mampu mengetahui tren yang terjadi antara pelanggan dan feedback dari pelanggan tentang produk terkait.
Korelasi antara Churn Rate dengan kepuasan pelanggan yaitu berbanding terbalik. Jadi jika kepuasan Churn Rate semakin tinggi, maka kepuasan pelanggan semakin rendah.
Sedangkan, Retention Rate berbanding lurus dengan kepuasan pelanggan. Apabila Retention Rate semakin tinggi, maka kepuasan pelanggan juga semakin tinggi. Sebagai informasi, Retention Rate adalah jumlah orang yang menggunakan produk yang kamu jual pada waktu tertentu sesudah pemakaian pertama.
3. Customer Lifetime Value (CLV)
Customer Lifetime Value atau CLV menunjukkan rata-rata keuntungan yang didapatkan dari seorang pelanggan selama pelanggan tersebut menggunakan sebuah produk. Tidak heran, jika CLV memiliki kaitan dengan Retention Rate.
Semakin lama seseorang memakai produk yang kamu miliki, maka keuntungannya semakin besar. Jika nilai CLV yang didapatkan tinggi, kemungkinan besar bisnismu sudah mencapai Product-Market Fit.
4. Bounce Rate
Bounce Rate mampu mencerminkan kecocokan antara produk dengan pasar dari sebuah bisnis. Jika Bounce Rate masih tinggi, berarti pengunjung/pengguna meninggalkan produkmu dengan cepat tanpa interaksi apapun. Maka dari itu, bounce rate yang baik ada di angka 60% ke bawah.
5. Pahami lead dan Pelanggan
Lead adalah sekumpulan orang yang berminat terhadap suatu barang/jasa, baik karena karakteristiknya atau cara pemasarannya. Sedangkan, pelanggan adalah individu/kelompok yang membeli produk kita.
Dalam mengukur Product-Market Fit, lead dan pelanggan menjadi dua hal yang wajib dipahami secara mendalam. Jika kita tidak mampu mengonversi lead menjadi pelanggan, maka Product-Market Fit akan sulit terlaksana.
Apabila jumlah lead tidak melaksanakan pembelian lebih lanjut rendah, berarti mereka kurang puas dengan produk yang ditawarkan. Jika kondisi tersebut terjadi, maka kamu harus memperbaiki produk yang dimiliki agar sesuai dengan ekspektasi.
Cara Mencapai Product Market Fit untuk Produk Bisnis yang Ditawarkan
Supaya mampu mencapai fase PMF atas produk yang ditawarkan, kamu perlu melakukan cara-cara berikut ini:
1. Lakukan Uji Pasar dengan Cepat
Kesalahan fatal untuk sebuah start-up yakni menguji pasar apakah menerima barang/jasa yang ditawarkan atau tidak. Padahal, terlalu lama menguji pasar menyebabkan Product-Market Fit tidak akan tercapai.
Apabila model bisnis start-up yang dikembangkan berbasis langganan, maka kamu harus menawarkan biaya berlangganan yang ideal untuk customer. Selain itu, lakukan juga evaluasi dari feedback yang diberikan pelanggan.
2. Laksanakan Eksperimen A/B
Hadirnya fitur baru diharapkan akan menarik semakin banyak pelanggan sehingga produk yang ditawarkan pun semakin berkembang. Namun, hal tersebut juga menimbulkan distraksi yang mengganggu tawaran utama suatu perusahaan start-up.
Oleh karena itu, A/B Testing atau eksperimen A/B dibutuhkan untuk menghitung atau mengetahui dampak nyata fitur-fitur dari sebuah produk, supaya fase PMF lebih mudah dicapai.
3. Pahami dan Pertimbangkan Feedback dari Pengguna
Supaya mencapai fase PMF, salah satu cara supaya dapat memahami target pengguna adalah dengan mengetahui dan memahami keinginan, kebutuhan, serta harapan pengguna atas produk yang kamu tawarkan. Setelah itu, lakukan analisa dari feedback tersebut.
4. Adaptasi Produk
Cara mencapai PMF yang keempat yaitu menciptakan berbagai fitur sebagai pelengkap dari solusi utama customer lewat adaptasi produk.
Apabila terdapat pembaruan dari barang/jasa yang ditawarkan dan pelanggan kerap mengaksesnya, berarti start-up milikmu sudah mencapai Product-Market Fit.
5. Fokus Kembangkan Power User
Mampu mengenal siapa pelanggan setia atau power user sangatlah penting. Setelahnya, fokuslah dalam memperluas segmen dengan cara menciptakan produk baru berdasarkan kebutuhan masyarakat luas. Dengan cara tersebut, fase PMF pun dapat dicapai.
Itulah informasi tentang product market fit dari Kanvasaur digital marketing agency terbaik di Jakarta, Indonesia.
Dari informasi tersebut, product market fit perlu dilakukan supaya mengetahui apakah produkmu dibutuhkan oleh masyarakat atau tidak. Supaya dapat mengetahui ukuran dan mencapainya, kamu perlu melakukan beberapa cara yang sudah disebutkan di atas.
Baca juga: 4P Marketing: Tujuan dan Contoh Penerapan




