Kanvasaur— Apakah kamu sedang atau ingin menjalankan sebuah bisnis? Pasti kamu sangat memikirkan bagaimana caranya agar brand dan produk bisa dikenal target pasar secara meluas.
Ada dua strategi marketing yang bisa kamu pilih untuk meraih tujuan tersebut, yaitu SEO dan SEM. Keduanya sama-sama dapat menjadikan situs bisnis kamu berada di peringkat teratas mesin pencari seperti Google. Namun, keduanya memiliki banyak perbedaan.
Untuk memahami apa perbedaan antara SEO dan SEM, pahami masing-masing penjelasan untuk SEO dan SEM di bawah ini.
Pengertian SEO

SEO atau Search Engine Optimization adalah salah satu teknik digital marketing untuk mengoptimasi halaman website agar meraih posisi teratas mesin pencari seperti Google secara organik.
Dengan SEO kamu tidak perlu mengeluarkan budget besar untuk meraih tujuan tersebut. Dan hasil yang didapatkan dari strategi SEO bersifat long term atau bertahan untuk jangka waktu yang panjang.
Tak hanya membangun sebuah website, kamu juga dapat menentukan kata kunci (keyword) apa yang wajib kamu targetkan agar target audiens dapat menemukan bisnismu.
Seperti contoh, kamu ingin membuka les piano privat dan ingin memasarkan jasamu melalui laman situs yang telah kamu bangun.
Kamu dapat melakukan riset kata kunci terkait jasa yang kamu tawarkan, dan menargetkan keyword tersebut. Kata-kata yang sekiranya relevan dengan jasamu contohnya: jasa les piano, les piano privat, les piano online, jasa les piano terpercaya di jakarta.
Setelah memilih kata kunci yang relevan dengan bisnis, barulah kamu membangun strategi konten yang menarik dan informatif. Dengan adanya strategi content marketing yang menarik melalui website mu, jumlah pengunjung ke halaman website akan semakin banyak dan jasamu pun akan berpotensi dikenali oleh lebih banyak orang.
Baca Juga: Cara Membuat Website Gratis tanpa Coding
Strategi SEO Secara Fundamental
Sebetulnya ada banyak strategi SEO yang dapat diterapkan. Namun secara umum, strategi SEO terdiri atas on-page, off-page, dan technical optimization. Adapun penjelasan dari masing-masing strategi tersebut adalah sebagai berikut:
1. On-Page Strategy
Merupakan upaya optimasi yang dilakukan agar membuat konten (umumnya berupa teks atau artikel) lebih SEO-friendly sehingga lebih diprioritaskan Google untuk tampil di halaman pertama hasil pencarian.
Ada beberapa aspek dalam konten yang harus dioptimasi, yaitu:
- Heading structure (H1, H2, H3, dst).
- Keyword mapping;
Meta Title & Description (judul dan deskripsi yang muncul di laman mesin pencari). - Meta tag (elemen HTML yang mendeskripsikan suatu bagian pada website untuk dibaca oleh Google Bot).
- URL.
- Internal Link (link di dalam suatu domain atau entitas website yang sama.
- Alt Image (berfungsi mendefinisikan sebuah gambar kepada Google Bot).
- Content quality (E-A-T, salah satu algoritma Google yang mengedepankan konten yang berkualitas).
2. Off-Page Strategy
Pernahkah kamu melihat sebuah artikel dalam website yang mereferensikan atau merekomendasikan halaman website lain? Atau pernahkah kamu melihat sebuah akun di media sosial seperti Instagram, Twitter, dan Facebook, membagikan sebuah URL ke halaman situs web?
Hal-hal tersebut adalah beberapa dari contoh implementasi off-page strategy. Strategi off-page dalam SEO adalah sebuah upaya yang dilakukan untuk meningkatkan domain trustworthiness, dengan cara mendapatkan link referral dari website lain yang berkualitas.
Website lain yang berkualitas dapat didefinisikan sebagai website seperti media, blogger, ataupun website bisnis yang terus dikembangkan dan dipelihara.
3. Technical Strategy
Strategi SEO yang satu ini akan lebih mengarah ke hal-hal teknis seperti perencanaan struktur website, kecepatan load website, desain UI & UX yang user-friendly, implementasi SSL website, sitemap, dan lain-lain.
Pada dasarnya, ketika membangun sebuah website hal-hal technical adalah hal utama yang perlu diperhatikan terlebih dahulu dari apapun. Ibarat rumah, optimasi technical pada website merupakan pondasi yang perlu dibangun secara kuat dan aman agar kedepannya “rumah” tersebut tidak mudah rusak, goyah, ataupun memerlukan banyak renovasi.
Dengan memerhatikan hal-hal technical, tak hanya membantu Google memahami isi website bisnis kamu, namun juga dapat memberikan sebuah website yang nyaman untuk dikunjungi oleh target audiens yang diinginkan.
Baca Juga: Sedang Mencari Jasa SEO? Perhatikan Hal-Hal Berikut!
Pengertian SEM

Setelah memahami apa itu SEO dan seperti apa cara kerjanya, kini saatnya kita menggali seputar SEM.
SEM atau Search Engine Marketing, atau yang dikenal pula dengan sebutan Google Ads, adalah salah satu strategi digital marketing yang berguna dalam meningkatkan visibilitas situs web di halaman hasil pencarian seperti Google.
Berbeda dengan SEO, di SEM untuk dapat muncul di peringkat teratas mesin pencari membutuhkan budget yang perlu direncanakan sesuai dengan goals bisnis. Sebagaimana paid media pada umumnya, traffic yang didatangkan oleh SEM bersifat sementara dan hanya akan bertambah apabila budget yang dikeluarkan semakin besar atau dilakukan secara konsisten.
Lebih jelasnya, ketika durasi campaign yang kamu jalankan di SEM habis, maka brand atau produk kamu akan berhenti muncul di halaman pencarian Google. Walau begitu, banyak marketeer yang menjadikan SEM sebagai salah satu alat pemasaran online karena hasilnya efektif dan cepat dalam mendatangkan konversi penjualan maupun membangun brand awareness.
Jenis-Jenis Keyword dalam SEM
Keyword menjadi salah satu elemen yang krusial dalam SEM. Pasalnya, kesuksesan campaign SEM bisnismu berpengaruh oleh keyword match yang dipilih saat kamu melakukan set up campaign. Oleh karena itu, penting untuk melakukan riset keyword secara mendalam sebelum menjalankan campaign.
Adapun beberapa jenis keyword match dalam SEM adalah sebagai berikut:
- Broad Match: merupakan variasi dari keyword yang disasar termasuk sinonim, kesamaan kata, juga typo yang cukup umum. Contohnya, selain keyword “tumbler stainless” ada juga “stainless tumbler”. Dan penulisan keyword pada broad match dituliskan langsung tanpa ada kutipan apapun.
- Phrase Match: merupakan keyword yang menargetkan beberapa kata spesifik atau menambahkan kata lain keyword yang disasar. Contohnya, keyword “sepatu sport” bisa dibarengi dengan “sepatu sport wanita” dan “model sepatu sport”. Penulisan keyword pada phrase match disertakan dengan tanda kutip “.
- Exact Match: merujuk pada keyword yang lebih spesifik lagi. Contohnya, keyword “HP murah” bisa ditargetkan dengan “smartphone murah”. Dan penulisan keyword dibuka & ditutup dengan tanda […]
- Negative keywords: merujuk pada kata-kata yang tidak relevan atau tidak ingin ditargetkan dengan keyword yang ditargetkan. Contohnya, keyword “gaji barista” biasanya berisi informasi tentang gaji menjadi barista.
4 Perbedaan SEO dan SEM

Dari penjelasan di atas, pasti kamu sudah dapat melihat perbedaan SEO dan SEM. Dilansir dari Alexa, beberapa perbedaan SEO dan SEM secara mendasar tampak dari:
1. Biaya yang dikeluarkan
SEO: tanpa biaya pun, situs web bisa muncul di peringkat teratas SERPs. Tapi, jika kamu berkolaborasi dengan partner atau pemilik situs web lain, biasanya akan dikenakan biaya.
SEM: selalu membutuhkan biaya untuk menjaring traffic kunjungan. Kamu bisa dikenakan biaya jika ada pengguna yang mengklik hasil iklan SEM yang muncul di SERPs. Tapi, jangan khawatir, besaran budget dapat ditentukan sesuai kebutuhan dan lama iklan berjalan.
2. Bentuk hasil pencarian
SEO: hasil pencariannya dapat dilihat oleh semua pengguna yang menginput keyword tertentu yang relevan.
SEM: terdapat tanda “Ad” dan tidak semua tampilan bisa dilihat pengguna. Hanya yang masuk dalam targeting pengiklan saja.
3. Tampilan konten
SEO: menampilkan sedikit cuplikan atau snippets dari isi konten situs web.
SEM: dapat menampilkan informasi yang lebih lengkap dan ringkas seperti nomor telepon, harga, rating, atau link tambahan.
4. Dampak yang diberikan
SEO: butuh waktu untuk mendapat efek besarnya dan tidak mudah dilakukan. Tapi, jika sudah winning di halaman pertama hasil pencarian, akan bertahan lama.
SEM: efeknya besar dan instan, tapi jangka waktunya sebentar.
Optimalkan Strategi SEO dan SEM Bisnis dengan Jasa Kanvasaur
Dari penjelasan seputar perbedaan SEO dan SEM di atas, tentu kamu sudah memahami secara general bagaimana kedua platform digital marketing tersebut bekerja.
Sekilas tampak sama, namun SEO dan SEM adalah dua hal yang berbeda dan memiliki strategi suksesnya masing-masing.
Apabila kamu baru ingin mengimplementasikan SEO dan SEM untuk bisnismu, kamu dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan Kanvasaur yang menyediakan jasa SEO dan jasa paid marketing seperti SEM.
Tak hanya memastikan strategi SEO dan SEM untuk bisnismu dilakukan dengan tepat dan lancar, Kanvasaur juga mengedepankan analisa strategi yang tepat untuk dapat mencapai tujuan bisnis yang diinginkan.
Konsultasikan kebutuhan bisnismu dengan menghubungi team Kanvasaur.
Baca juga: Panduan Lengkap Strategi SEO, Cara Kerja, dan Manfaatnya Bagi Bisnis




