Kanvasaur — Apakah sempat terlintas di benakmu jika semua model pemasaran yang diterapkan di dunia bisnis itu sama? Jika iya, maka kamu perlu menyimak artikel ini sampai habis.
Setiap model bisnis, baik itu B2C (Business-to-Consumer), B2B (Business-to-Business), C2C (Customer-to-Customer), ataupun D2C (Distributor-to-Costumer) memiliki strategi pemasarannya masing-masing. Lantaran pengguna layanan dan produknya pun sudah berbeda, sehingga perlu pendekatan khusus yang lebih spesifik.
Pada artikel ini akan diulas secara lengkap mengenai model B2B marketing dan seperti apa strateginya. Mari mulai dari pengertiannya terlebih dahulu, yuk!
Apa Itu B2B Marketing?

Seperti namanya, B2B marketing merupakan proses pemasaran produk atau layanan ke bisnis dan organisasi lain.
Contoh pemasaran B2B ini seperti misalnya, kamu menawarkan jasa konseling psikologi yang dimiliki perusahaanmu ke perusahaan lain. Namun, jika kamu menawarkannya kepada mahasiswa, kamu bukan sedang menerapkan pemasaran B2B melainkan B2C. Cukup jelas bedanya?
Namun, tidak semua perusahaan dapat menerapkan model pemasaran B2B. Karena kembali pada jenis produk yang dijual, apakah cocok dan dapat menjawab kebutuhan perusahaan lain atau tidak.
Produk yang ditawarkan dapat berupa barang industri dan modal seperti barang setengah jadi atau bahan baku. Namun, tidak membatasi pula pada produk software-as-a-service (SaaS), perlengkapan kantor, alat produksi, pakaian, dll.
Apa pun produk yang dapat membantu menyelesaikan masalah yang dimiliki pelaku bisnis lain terkait bisnisnya, maka perlu menerapkan model pemasaran ini.
Dari deskripsi tersebut, sudah terlihat bukan, bahwa menjual produk ke bisnis lain tentu berbeda pendekatannya dengan cara berjualan ke konsumen.
Panduan Menyusun Strategi B2B Marketing

Pemasaran B2B menyasar para pelaku bisnis selaku pemangku kepentingan utama perusahaan. Sehingga terkadang cukup menantang dan membutuhkan skema perencanaan, pelaksanaan, dan manajemen yang matang.
Meski begitu, pemasaran B2B ini cenderung lebih lugas dan informatif daripada pemasaran B2C. Hal ini karena keputusan pembelian atau pengambilan kerjasama didasarkan pada pertimbangan dampak pendapatan dan ROI (Return-of-Investment) atau laba atas investasi.
Dalam pembuatan strategi B2B marketing yang tepat dan efektif, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, di antaranya:
1. Tetapkan visi yang spesifik dan terukur
Sebelum mulai membuat konten dan iklan, langkah awal dalam pemasaran B2B yang harus kamu lakukan yaitu menetapkan tujuan bisnis yang spesifik dan terukur. Apakah untuk meningkatkan brand awareness, leads, atau konversi penjualan.
Karena cara untuk mencapai tujuan satu dengan yang lainnya memiliki perbedaan cukup signifikan. Selain itu, buatlah tujuan yang terukur atau memungkinkan untuk dicapai, sehingga tidak banyak membuang sumber daya tanpa keuntungan.
2. Tentukan market dan buyer persona
Selanjutnya menentukan siapa dan seperti apa audiens yang akan terpapar iklan dan menggunakan produkmu.
Mulai dari profil usia, demografi, hingga karakter perusahaan. Semakin sempit mengidentifikasi market dan buyer persona, kamu pun dapat menyampaikan pesan yang relevan tentang produkmu kepada mereka.
3. Identifikasi platform pemasaran dan taktiknya
Pada tahap ini, kamu perlu menentukan bagaimana menjangkau target market kamu. Dengan cara apa produk kamu dapat terhubung dengan mereka.
Nah, pertanyaan-pertanyaan berikut dapat membantu kamu dalam menentukan platform pemasaran dan bagaimana taktiknya.
- Di mana audiens sering menghabiskan waktu online mereka?
- Pertanyaan (keyword) seperti apa yang biasa diajukan ke search engine?
- Media sosial apa yang paling audiens sukai?
- Bagaimana kamu dapat mengisi celah peluang yang dibiarkan terbuka oleh kompetitor?
- Acara komunitas bisnis apa yang mereka hadiri?
4. Buat materi promosi dan jalankan campaign
Saatnya menyusun materi promosi untuk kemudian menjalankan campaign. Materi promosi, misalnya iklan, mencakup pendekatan kreatif, bermanfaat, tertarget, dan memiliki CTA (Call to Action) yang kuat.
5. Ukur dan evaluasi campaign yang telah dijalankan
Begitu campaign dan iklan promosi berjalan, jangan biarkan begitu saja. Kamu perlu memantau kinerjanya dengan bantuan analytics tools.
Informasi yang diperoleh dari aktivitas ini berupa rangkuman metrik atau nilai-nilai yang berguna untuk mengukur sejauh mana keberhasilan campaign. Informasi tersebut juga menjadi bahan evaluasi untuk strategi marketing selanjutnya.
Baca juga: 20 Digital Marketing Metrics yang Penting Diketahui Oleh Bisnis
5 Jenis Strategi B2B Marketing yang Efektif

Setelah memahami penjelasan seputar apa itu B2B marketing dan panduan menyusun strategi B2B marketing, kini saatnya mengulik apa saja jenis-jenis strategi pemasaran untuk B2B. Mulai dari content marketing hingga campaign marketing, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.
1. Campaign Marketing
Disebut juga marketing campaign merupakan strategi yang ditujukan untuk mempromosikan dan memasarkan suatu aspek khusus dari bisnis, baik brand atau produk. Kegiatan kampanye ini dilakukan di berbagai media, tidak hanya media online melainkan juga radio, billboard, dan TV sehingga dapat menjangkau audiens yang sangat luas.
Dibutuhkan tools beragam untuk mengukur efektivitas kampanye yang berjalan. Tenaga dan waktu yang dibutuhkan pun lebih banyak.
2. Content Marketing
Content marketing menjadi strategi untuk membangun brand awareness dan impresi positif di benak audiens. Content marketing juga membuat mereka menjadi lebih mudah memahami dan terlibat dengan brand.
Kamu dapat membuat content marketing di berbagai platform media online seperti website dan akun media sosial bisnismu. Formatnya pun beragam, mulai dari konten artikel, foto, audio, hingga video.
3. Digital Marketing
Digital marketing berfokus pada upaya mempromosikan produk dan layanan agar konversi penjualan meningkat. Ini mencakup kolaborasi dari content marketing, teknik SEO, juga email marketing.
4. Performance Marketing
Meski berkaitan dengan digital marketing, namun performance marketing lebih merujuk pada penggunaan online platform seperti Google, Instagram, Facebook, dan TikTok untuk beriklan.
5. Product Marketing
Product marketing lebih terfokus pada product atau services positioning, messaging, dan value proposition. Untuk mencapai pemasaran ini, kamu perlu meneliti kebutuhan pelanggan yang notabene adalah para pelaku bisnis.
Memaksimalkan Strategi Pemasaran Bisnis B2B Melalui Kanvasaur
Kamu menjalankan sebuah bisnis B2B? Mungkin saat ini kamu sedang ingin meningkatkan performa bisnismu dari sisi marketing maupun penjualan.
Untuk membantu kamu meningkatkan hal tersebut, Kanvasaur menyediakan jasa pemasaran untuk bisnis B2B yang mencakup strategi product marketing, digital marketing, creative ads, hingga SEO.
Kanvasaur berpengalaman membantu meningkatkan performa bisnis startup di Indonesia, baik itu bisnis B2B maupun B2C.
Konsultasikan kebutuhan bisnis kamu dengan team Kanvasaur, dan dapatkan strategi B2B marketing terbaik untuk bisnismu!
Baca juga: Digital Branding: Pengertian, Manfaat dan Strateginya




