20 Digital Marketing Metrics yang Penting untuk Bisnis

Kanvasaur — Dalam menjalankan strategi digital marketing, ada banyak hal yang harus dilakukan untuk mengukur apakah promosi yang tengah berjalan works atau tidak.

Untuk memantaunya, para pebisnis dan marketer memanfaatkan berbagai tools yang dapat menghasilkan metrik-metrik penting yang biasa disebut dengan istilah digital marketing metric. Pernah dengar?

Bagi yang belum atau sudah dengar tapi belum paham, yuk, simak artikel ini untuk tahu tentang digital marketing metric beserta tools-nya!

Table of Contents

Memahami Definisi Metrics

Metrics merupakan sekumpulan nilai yang digunakan tim marketing untuk mengukur dan melacak kinerja upaya pemasaran produk yang dilakukan menggunakan digital marketing.

Pengukuran ini dilakukan untuk melihat sejauh mana kesuksesan campaign. Tidak hanya itu, metrik-metrik yang dihasilkan pun akan digunakan sebagai acuan untuk merancang strategi selanjutnya.

Karena promosi dan pemasaran tidak hanya berjalan di satu platform saja, tim marketing pun membutuhkan berbagai jenis tools untuk mengukurnya.

Kegiatan ini perlu tingkat kecermatan dan analisis tinggi serta hati-hati, nih. Mengingat hasilnya yang akan menjadi bahan evaluasi dan kemajuan bisnis kamu pula.

20 Digital Marketing Metrics yang Perlu Diketahui

Ada banyak metrik digital marketing yang mesti diketahui para pebisnis dan marketer untuk melakukan pengukuran aktivitas promosi dan pemasaran agar lebih tepat dan valid.

Kali ini Kanvasaur akan coba membahas 20 digital marketing metrics yang penting untuk kamu ketahui dan pahami. Simak baik-baik ya!

1. Website Traffic Metric

Website Traffic Metric fokus mengukur performa traffic kunjungan ke website bisnis online kamu. Kamu dapat menggunakan tools pemasaran digital seperti Google Analytics, Google Search Console, dan Ahrefs.

Adapun metrik-metrik yang dilihat di dalamnya adalah Users, New Users, Sessions, Impressions, Clicks, CTR, Average Time on Page, Bounce Rate, dan masih banyak lagi.

2. Channel metric

Traffic yang terkumpul di website berasal dari beberapa channel atau sumber. Baik itu direct, paid search, display, affiliate, bahkan media sosial dan email.

Masing-masing channel dapat menyumbang traffic maupun tidak. Dengan mengulik metrik ini, kamu dapat mengetahui channel apa yang menyumbang traffic besar.

3. Overall traffic

Merupakan jumlah seluruh traffic yang masuk ke website mulai dari organic traffic, direct traffic, paid traffic, hingga affiliate. Semakin tinggi jumlah traffic, peluang konversi penjualannya pun semakin besar.

4. New vs. Returning Visitor

Ada dua jenis visitor di website kamu yaitu visitor baru (new) dan visitor yang pernah datang sebelumnya (returning visitor). Metrik ini memberi pemahaman seberapa besar pemasaran digital yang berjalan mampu mendatangkan masing-masing besaran new dan returning visitor.

5. Exit rate

Exit rate menginformasikan berapa banyak halaman yang dikunjungi visitor saat berada di dalam website. Semakin kecil nilai exit rate, maka semakin bagus performa website. Jika nilai exit rate besar, kamu perlu mengevaluasi halaman yang kerap ditinggalkan visitor.

6. Engagement Metric

Engagement metric berguna untuk mengukur interaksi promosi dan pemasaran yang berjalan dengan audiens. Beberapa metrik terkaitnya, yaitu:

7. Average Time on Page

Menunjukan berapa lama waktu yang visitor habiskan di sebuah halaman website. Metrik ini berkaitan dengan engagement.

Semakin lama atau besar waktunya, maka semakin bagus engagement-nya yang menandakan kualitas website kamu pun bagus.

8. Bounce rate

Merupakan persentase visitor yang meninggalkan website tanpa melakukan apa pun.

Tingginya bounce rate menandakan kecilnya upaya dalam membujuk calon konsumen untuk take action. Kamu dapat mengevaluasi CTA, konten yang ditampilkan, kecepatan loading, dan tampilan website.

9. Impressions

Impresi merujuk pada metrik untuk mengukur total viewers pada konten promosi kamu.

Impresi yang bagus menunjukkan views dan persentase CTR yang besar. Karena CTR yang lebih rendah menunjukkan jika upaya membujuk audiens untuk berkunjung ke landing page sebenarnya sudah bagus, namun hanya sedikit yang tertarik melakukan pembelian.

Baca Juga: Reach, Impression, Engagement: Pengertian, Perbedaan, dan Perannya dalam Digital Marketing

10. Pageviews per session

Merujuk pada jumlah rata-rata halaman yang dilihat visitor di satu sesi kunjungan. Metrik ini dihasilkan ketika visitor mengakses halaman situs kamu dan tidak langsung keluar, melainkan mengisi formulir, membaca konten lainnya, membeli produk, dll.

11. Engagement Rate (ER)

Engagement rate merupakan metrik untuk mengukur keaktifan interaksi antara konten promosi yang dibuat dengan para visitor. Metrik yang diukur dapat berupa likes, comment, share, dan jumlah followers.

12. Conversion Metric

Conversion mengukur seberapa banyak action dari konsumen sesuai tujuan strategi bisnis kamu. Beberapa metriknya, yaitu:

13. Cost per click (CPC)

CPC adalah metrik yang menghitung biaya yang dibebankan dan harus kamu bayar untuk setiap klik di iklan.

14. Click Through Rate (CTR)

CTR merupakan rasio jumlah klik terhadap impresi. CTR bergantung pada impresi dan klik dan tingkat CTR yang bagus dapat berbeda tergantung industri dan sumber datanya.

15. Cost per Lead (CPL)

CPL dihitung berdasarkan biaya per leads atau user potensial untuk diubah menjadi pelanggan.

16. Conversion rate

Conversion rate merujuk pada metrik untuk mengukur efektivitas performa landing page dalam membuat visitor take action di dalam website kamu. Baik itu downlod, klik CTA, bertransaksi pembelian, dll.

17. Revenue Metric

Revenue metrik digunakan untuk menganalisis keberhasilan penjualan produk. Ada tiga metriknya, yaitu:

18. Customer acquisition cost (CAC)

Metrik CAC untuk mengukur besar biaya dalam memperoleh seorang konsumen. Caranya yaitu membagi total biaya marketing dan sales dengan total konsumen baru.

19. Return on ad spend (ROAS)

Metrik ROAS untuk menganalisa dan mengevaluasi iklan dalam menghasilkan pendapatan dari penjualan produk dari berbagai channel. Cara menghitung ROAS yaitu membagi revenue dengan total biaya iklan, lalu kalikan 100.

20. Return of investment (ROI)

Metrik ROI untuk menghitung profit atas investasi dari aktivitas digital marketing yang dijalankan. Cara menghitungnya yaitu membagi laba bersih dengan total biaya marketing, lalu kalikan 100. Semakin tinggi ROI, semakin besar pula keuntungan kamu.

Cukup rumit, ya? Namun, wajib hukumnya metrik digital marketing di atas untuk dipelajari dan dipahami untuk memajukan bisnis online kamu.

Tingkatkan Strategi Digital Marketing Bisnis dengan Kanvasaur

Kamu menjalani bisnis online namun belum menemukan strategi digital marketing yang tokcer untuk bisnismu? Ingin meningkatkan penjualan bisnismu atau meningkatkan brand awareness dari brand yang sedang kamu kembangkan?

Kanvasaur siap membantu menyusun strategi digital marketing yang tepat untuk bisnismu! Mulai dari meningkatkan awareness melalui SEO hingga memasarkan strategi paid channel yang menarik dengan creative ads, Kanvasaur telah terbukti membantu mencapai tujuan bisnis-bisnis startup ternama di Indonesia.

Konsultasikan kebutuhan bisnismu secara gratis dengan team Kanvasaur untuk mengoptimalkan strategi bisnismu!

Baca juga: 12 Jenis Media Promosi untuk Meningkatkan Penjualan

Our Social Media

Share This Information

Category

275 views

You may Also Like:

Ready to Start?

Discuss with us quickly to make your digital products better!

In A Hurry?

Need our help by tomorrow? Shoot our WhatsApp for a speedier response.