Kanvasaur — Sebagai pelaku bisnis, kamu perlu mengetahui cara membangun strategi yang unggul. Untuk pembahasan kali ini, Kanvasaur akan membahas soal sales funnel yang akan menjadi acuan dalam membangun strategi penjualan. Mari pahami apa yang perlu dipersiapkan untuk menciptakan strategi yang tepat!.
Pengertian Sales Funnel dan Contohnya
Sales funnel dapat diartikan sebagai corong pembelian. Mengapa disebut sebagai corong? Coba pikirkan, corong mempunyai bentuk yang mengerucut ke bawah. Semakin mengerucut ide atau strategi yang dibuat oleh bisnis, maka strategi yang akan diluncurkan akan semakin detil dan efektif.
Tak hanya itu, kamu juga jadi tahu apa yang dilalui oleh calon pelangganmu. Kamu juga tahu sekiranya ada kelebihan dari sebuah produk atau strategi. Tentunya kamu bisa mengoptimalkan kembali strategi tersebut sebelum diluncurkan ke masyarakat.
Corong penjualan terdiri dari beberapa tahapan, dimulai dari menyadari suatu produk, menimang-nimang keputusan, hingga melakukan keputusan pembelian atau tidak. Semakin menuju langkah terakhir, pertimbangan calon pelanggan akan semakin sempit.
Baca juga: 10 Cara Meningkatkan Penjualan B2B
Perbedaan Marketing Funnel dan Sales Funnel
Perlu diketahui, sales funnel tidak sama dengan marketing funnel. Keduanya juga tidak bisa dipisahkan karena saling bergandengan erat dalam memutuskan strategi penjualan. Sebelumnya, sudah tahu apa itu corong pemasaran?
Ini adalah corong yang merepresentasikan tentang keterlibatan calon pelanggan terhadap strategi pemasaran. Jadi, fokusnya sama-sama menggambarkan tentang pemikiran pelanggan. Akan tetapi, marketing funnel memiliki tahapan yang sedikit berbeda.
Yaitu dimulai dari tidak tahu, mengenal satu brand, muncul pertimbangan untuk beli atau tidak, membeli dan menjadi pelanggan. Kalau tujuan corong penjualan hanya berhenti di keputusan membeli, corong pemasaran terus berlanjut sampai pelanggan menjadi pelanggan tetap.
Dalam corong pemasaran, semakin ke bawah, maka semakin sedikit juga keterlibatan orang dengan strategi kamu. Harapannya, kamu bisa meningkatkan strategi supaya tingkat interaksi bertambah.
Manfaat Sales Funnel Bagi Bisnis
Sales funnel memungkinkan kamu dalam memeriksa kualitas strategi penjualan dan memastikannya agar sesuai dengan target. Berikut adalah sejumlah manfaat corong penjualan dalam operasional bisnis:
1. Mengarahkan Pelanggan
Dengan memiliki strategi yang sesuai, calon pelanggan atau audiens bisa didorong untuk membuat suatu keputusan yang diinginkan penjual.
2. Menargetkan Audiens Secara Spesifik
Menemukan pelanggan potensial di antara audiens yang luas tentu tidak mudah. Namun, corong penjualan dapat mempersempit audiens sehingga didapatkan calon pelanggan potensial. Dengan begitu, proses konversi pelanggan berjalan lebih mudah.
Selain menjaring pelanggan potensial, corong penjualan juga membantu menyingkirkan pelanggan yang tidak sesuai dengan target pasar.
3. Memastikan Strategi Penjualan Efektif
Corong penjualan memberikan pandangan tentang strategi penjualan. Andai ada kekurangan, kamu dapat segera memperbaikinya supaya optimal.
Ini juga cara yang bagus untuk memastikan semua biaya, tenaga, dan waktu bisa dialokasikan secara efisien. Pastikan juga strategi dibuat untuk mendorong pelanggan agar mau memberikan ulasan terhadap produk.
4. Menarik Pelanggan Baru
Tujuan utama dari corong penjualan yaitu menarik pelanggan baru dan mengendalikan mereka agar mau menjadi pelanggan aktual yang menghasilkan penjualan.
Cara Merancang Sales Funnel untuk Bisnis
Untuk membuat strategi dengan corong penjualan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Mari bahas tuntas langkah-langkahnya di bawah ini:
1. Mengenali Karakteristik Target Pasar
Penting dalam memahami seluk beluk target pasar sebelum menyusun rencana corong penjualan. Agar hasilnya efektif, kamu perlu riset dan ketahui perilaku target audiens.
Seperti apa yang mereka butuhkan, bagaimana kondisi keuangan mereka, berapa lama yang dibutuhkan mereka ketika mencari suatu produk, dan lain sebagainya.
2. Kendalikan Target Pasar Menjadi Prospek
Sekarang kamu mempunyai audiens potensial. Langkah selanjutnya yaitu mengendalikan mereka agar bisa menjadi pelanggan yang mau membeli produk atau jasa. Misalnya dengan menggunakan pendekatan-pendekatan yang bersifat persuasif.
3. Buat Website
Jika memungkinkan, direkomendasikan untuk membuat website. Tujuannya supaya strategi penjualan menjangkau secara luas. Kuncinya yaitu dengan menghadirkan landing page. Nantinya, halaman ini bisa berfungsi sebagai wadah untuk mengumpulkan data, serta mendorong peluang penjualan.
Langkah ini sangat tepat untuk sejumlah kategori bisnis. Buat website dengan desain yang menarik dan menampilkan produk-produk kamu.
Setelah beres dengan elemen-elemen dasar website, berikutnya tinggal didongkrak kinerjanya dengan optimasi mesin pencarian atau akrabnya disebut sebagai SEO. Seperti menggunakan kata kunci yang banyak dicari.
Website yang ditingkatkan dengan SEO lebih mudah ditemukan oleh calon pelanggan, bahkan berpeluang bisa tampil di halaman depan. Selanjutnya, tinggal tempel dan sebarluaskan alamat website ke platform media sosial dan lain sebagainya.
4. Luncurkan Strategi Marketing
Membuat website saja belum cukup. Perlu adanya strategi pemasaran yang tepat dan konsisten untuk menjangkau pelanggan potensial, salah satunya dengan pemasaran email.
Jadi, kamu mengirimkan email ke audiens tertentu dengan pesan yang berisi tentang bonus, diskon, atau penawaran menarik lainnya. Cara ini dapat digunakan dalam menjaga supaya pelanggan tetap loyal dengan brand kamu.
Agar terlihat profesional, kamu perlu mempunyai email bisnis. Beda dengan email biasa, email bisnis terlihat mudah dipercaya.
Di samping itu, mintalah pelanggan untuk mengisi newsletter supaya kamu mempunyai daftar email yang bisa dikirimkan pesan. Biar mereka tertarik, berikan hadiah atau penawaran tertentu.
5. Pertahankan Hubungan dengan Pelanggan
Pertahankan pelanggan yang sudah melakukan pembelian terhadap produk atau layanan. Berikan mereka promo-promo menarik guna meningkatkan loyalitas.
Ikuti tren supaya produk kamu tidak ketinggalan zaman. Intinya, kamu harus bisa menjaga mereka agar terus menjadi pelanggan tetap.
Strategi sales funnel ini baru awal dari sesuatu yang lebih besar. Mulailah dengan mengumpulkan data, analisis target pasar, dan tingkatkan strategi kamu supaya mendapatkan hasil terbaik. Dengan langkah-langkah yang benar, corong kamu akan mengalami perkembangan seiring waktu.
Ingin Meningkatkan Sales Bisnis? Konsultasikan ke Kanvasaur!
Kanvasaur adalah digital marketing agency yang berpengalaman mengelola banyak startup ternama di Indonesia, dan perusahaan-perusahaan besar lainnya. Tak hanya berfokus pada strategi growth marketing, Kanvasaur juga menyediakan strategi penjualan yang telah terbukti berhasil meningkatkan penjualan atau sales bisnis.
Jika ingin berkonsultasi seputar kebutuhan ataupun permasalahan bisnis Anda, hubungi team Kanvasaur dan temukan solusi yang dibutuhkan oleh bisnis Anda.




