Kanvasaur

Marketing Plan: Pengertian, Tipe, Cara Membuat, dan Contohnya

Kanvasaur – Ini dia pengertian, tipe-tipe, cara membuat, beserta contoh Marketing Plan atau rencana pemasaran yang sangat penting bagi perusahaan!

Upaya pemasaran tidak bisa dilakukan dengan sembarangan dan harus direncanakan sebelumnya. Pasalnya, pemasaran yang tidak terencana mampu menimbulkan kerugian yang tidak sedikit. Oleh karena itu, kamu perlu mengetahui contoh marketing plan atau rencana pemasaran.

Pada artikel ini, kami akan menyajikan pengertian, tipe, cara membuat, hingga contoh dari rencana pemasaran tersebut. Untuk lebih lengkapnya, silakan lanjut baca artikel ini, ya.

Table of Contents

Apa itu Marketing Plan?

Marketing plan adalah panduan yang menggambarkan upaya pemasaran dari sebuah perusahaan. Rencana pemasaran ini mengandung informasi penting untuk mengubah pembeli potensial menjadi customer yang loyal.

Secara spesifik, Marketing Plan biasanya berisi tentang Executive Summary, Mission Statement, Marketing Objectives, Analisis SWOT, Market Research, Market Strategy, dan Budget.

Meskipun semua prinsip dasar dari marketing plan adalah sama, tetapi cara aplikasi antara satu bisnis dengan yang lain tidaklah sama. Bahkan, pada dua bisnis di bidang yang sama, tidak dapat menggunakan marketing plan yang sama.

Aplikasi dari rencana pemasaran ini harus disesuaikan dengan kondisi bisnis atau perusahaan, baik secara internal atau eksternal.

Tipe-Tipe Marketing Plan

Marketing plan ini memiliki beberapa tipe yang perlu ketahui, berikut ini adalah beberapa marketing plan tersebut.

1. Telemarketing

Telemarketing atau penjualan di dalam merupakan metode pemasaran secara langsung, yakni seorang penjual mengumpulkan calon konsumen untuk membeli barang atau jasa yang ditawarkan, baik melalui telepon atau bertemu secara langsung.

2. International Marketing

International Marketing (IM) atau Pemasaran Internasional merujuk pada pemasaran yang dilaksanakan oleh perusahaan luar negeri. Sederhananya, pemasaran internasional merupakan aplikasi dari prinsip-prinsip pemasaran supaya melintasi batas-batas nasional.

3. Pemasaran Internet

Sedangkan, pemasaran internet merupakan pemasaran (biasanya promosi) suatu produk melalui internet. Internet marketing memiliki lingkup yang luas karena tidak hanya berpatok pada pemasaran di internet, tetapi juga mencakup pemasaran yang dilakukan di email, eCRM, dan lain-lain.

4. Market Segments

Tipe marketing plan yang kedua adalah pemasaran melalui segmentasi atau market segments, yaitu pemasaran yang menitikberatkan pada karakteristik pasar yang terdapat pada populasi masyarakat.

Pada pendekatan ini, diasumsikan bahwa dalam populasi masyarakat masih dibagi lagi menjadi banyak segmentasi berdasarkan karakteristik dan kebutuhannya. Oleh karena itu, tim marketing akan memberikan perlakukan yang berbeda untuk setiap segmennya supaya lebih mudah diterima pasar.

5. Customer Plans

Pemasaran tipe Customer Plans memiliki pendekatan yang lebih spesifik daripada tipe lainnya. Pasalnya, tipe ini menargetkan pelanggan secara spesifik ke beberapa pelanggan potensial yang dapat membuat bisnis lebih besar.

Customer plans biasanya dikelola oleh Account Manager skala nasional.

Cara Membuat Marketing Plan

Setelah mengetahui beberapa tipe marketing plan, berikut ini adalah langkah-langkah cara membuat marketing plan yang efektif.

1. Identifikasi Misi Bisnis

Pertama-tama, identifikasi dan selaraskan visi dan misi perusahaan terlebih dahulu. Setelah itu, kamu akan mengetahui gambaran terkait barang/jasa yang akan dijual.

2. Ketahui Kompetisi

Sebenarnya, bisnis adalah sebuah kompetisi. Oleh karenanya, perusahaan perlu menjelaskan bahwa bisnisnya berharga dan berbeda dari pesaing. Secara garis besar, persaingan bisnis dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu langsung dan tidak langsung.

3. Tentukan Kekuatan, Kelemahan, Peluang, Ancaman

Dalam menganalisis keempat hal tersebut, kamu perlu melakukan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunities, Threats). Sebab, analisis ini dapat membantu dalam memahami pencapaian dan perkembangan perusahaan.

4. Jelaskan Target Pembeli

Menentukan rencana pemasaran dan target sasaran mampu mengubah kesadaran pelanggan. Maka dari itu, tentukanlah target pembeli, kemudian kembangkan ke pasar khusus dan tentukan demografi target pasar.

Hal ini memudahkan kamu dalam menentukan konten pemasaran yang akan digunakan.

5. Identifikasi Unique Selling Proposition (USP) atau Proposisi Penjualan Unik

Gunakan riset pasar untuk memahami selera pelanggan yang ideal, supaya perusahaan mampu memenuhi kebutuhan yang tidak ditawarkan oleh pesaing lain. Sertakan juga pendukung yang unik dalam perusahaan, seperti proporsi nilai, keahlian karyawan, atau keunggulan kompetitif.

6. Susun Strategi Marketing dengan Dasar AIDA

Tim pemasaran dapat merencanakan strategi marketing sesuai dengan konsep AIDA (Awareness, Interest, Desire dan Action).

Buat strategi yang mampu memunculkan kesadaran dalam benak customer, lalu ajak customer untuk mencari tahu lebih banyak tentang produk, pengaruhi customer agar membeli produk, sampai ia mengambil keputusan (action) untuk membeli produk yang ditawarkan.

7. Key Performance Indicator (KPI)

Sebelum mengimplementasikan rencana pemasaran, tentukan terlebih dahulu indikator keberhasilan strategi marketing menggunakan KPI (Key Performance Indicator).

KPI merupakan indikator yang memungkinkan perusahaan untuk memonitor target dari strategi yang telah dibuat. Tentunya, penggunaan KPI membuat tahap evaluasi lebih efisien.

8. Meningkatkan Performa Situs Website

Situs website perusahaan sering menjadi tempat pertama yang dikunjungi oleh calon pelanggan untuk mengetahui lebih dalam tentang bisnis perusahaan. Maka dari itu, lakukan riset mengenai situs kompetitor dan perhatikan elemen-elemen yang mampu mengarahkan pola pembelian pelanggan.

Tujuannya sebagai gambaran atau inspirasi mengenai elemen penting apa yang belum ada di website milik perusahaan. Setelah itu, pertimbangkan untuk menambahkan elemen tersebut ke dalam website perusahaan.

Baca Juga: Cara Membuat Website Gratis tanpa Coding

9. Susun PIC (Person in Charge)

Menyusun daftar PIC bertujuan untuk memudahkan proses monitoring kegiatan agar tidak ada pekerjaan yang terlewat. Sebab, melakukan pemasaran tidak bisa dilakukan sendirian.

10. Menentukan Budget yang Diperlukan

Menetapkan besarnya budget/anggaran yang digunakan membuat proses pemasaran dapat berjalan lancar sesuai dengan tujuan dan harapan. Oleh karena itu, disarankan untuk menetapkan budget marketing yang sesuai kebutuhan.

Contoh Marketing Plan

Berikut ini adalah contoh marketing plan yang bisa kamu coba sesuaikan sesuai dengan kebutuhan bisnis yang kamu jalankan.

  • Tipe: Perusahaan air minum.
  • Visi: Menciptakan air minum yang aman dikonsumsi.
  • Misi: Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk meminum air yang sehat.
  • Kompetitor: Perusahaan air minum lain.
  • Konten dan Media: Iklan YouTube dan infografis di Instagram.
  • Tujuan AIDA: Pelanggan merasa aman saat mengonsumsi air minum.
  • KPI: Target engagement konten sebanyak 1000 akun.
    Budget:
  • Rp50.000.000,00
  • PIC: Tim marketing, social media expert, dan content creator.

Nah, itu tadi adalah contoh marketing plan yang dapat kamu gunakan sebagai gambaran atau inspirasi supaya lebih mudah saat merancang rencana pemasaran. Jangan lupa juga untuk menentukan tipe marketing plan yang sesuai dengan bisnis yang dilakukan.

Sebagai rekomendasi terbaik untuk meningkatkan marketing bisnis kamu, kamu dapat berkonsultasi dengan tim Kanvasaur sekarang juga. 

Jadi, itulah informasi lengkap tentang marketing plan dari Kanvasaur, digital marketing agency terbaik untuk kamu, semoga bermanfaat ya.

Baca Juga: Content Pillar: Pengertian, Jenis, Manfaat, dan Tips Membuatnya

Our Social Media

Share This Information

Category

74 views

You may Also Like:

Ready to Start?

Discuss with us quickly to make your digital products better!

In A Hurry?

Need our help by tomorrow? Shoot our WhatsApp for a speedier response.